13 July 2010

Pelampiasan Insomnia blak - blakan........

Asalnya aku tidak punya maksud apa - apa dalam menulis ini. Tulisan ini muncul sebagai pelampiasan otak karena disiksa insomnia selama 3 hari terakhir. Menurutku, daripada kembali tidur yang beresiko bangun kesiangan, atau nge-browsing nggak jelas yang menjurus ke maksiat, mendingan nulis blog aja.

Pernah nggak kalian menyukai seseorang (lawan jenis, tentunya) tetapi nggak kesampaian ke orangnya? Kalo kalian mengalami hal itu, kalian nggak sendirian. Aku juga ngerasain hal ini juga, 3 kali. Aku nggak akan cerita tentang 3 yang tadi, tapi aku bakal ceritain kenapa. Aku bukan tipe orang yang bisa face 2 face dengan orang yang aku suka, apalagi kalo berada di antara orang banyak. Banyak pertimbangan, seperti kamu mau ngapain ke dia, nanti reaksi orang kayak gimana, penting nggak di mata si 'itu', dan banyak hal - hal yang perlu pertimbangan lainnya. Dilihat - lihat, kasus ini bahkan dialami oleh orang seperti Adolf Hitler. Ya, dia bisa berpidato dengan penuh semangat di depan ribuan penduduk Jerman kala itu, tetapi semua berubah total jika dia harus berhadapan dengan seorang perempuan face 2 face.

Anehnya, kenapa semua orang bisa berhadapan face 2 face dengan orang yang dia suka diantara temen - temennya sedangkan aku tidak? Pertanyaan inilah yang menjadi hantu sepanjang masa (buat saya). Selama ini, kalo ngebet pingin ngobrol ama yang aku suka, dengan terpaksa harus melalui media (dan disinilah kenapa aku nggak bisa lepas dari komputer). Atau kalo dia lagi sendirian (tapi tolong jangan tuduh aku dengan maalah sendirian ini). Tapi cara yang kdua itu momennya sangat - sangat jarang muncul. Dan yang paling buruk, terburuk dari terburuk, adalah kalo sempet - sempetnya ada salah kata. Bener - bener fatal akibatnya. Sudah berapa kali aku gagal karena masalah sepele ini.

Sejak itulah, aku mulai 'mencanangkan' politik "Ngomong kalo disuruh, kalo nggak ya diem". Karena ketakutanku yang kadang - kadang salah kata itulah, kalian sering menilai aku sebagai pendiem. Dan inipun juga ada efek sampingnya. Sejak saat itu juga kemampuan bicara face 2 face mulai berkurang, dan inilah yang terjadi.

Just a foolish share, gan. Namanya juga pelampiasan dadakan, jadi ya agak sembrawut. Dinikmati aja kok repot? Sori kalo rada 'vulgar'. Tapi masih mending vulgar yang ini, daripada vulgar yang nggak nggak. Betul?

No comments: